Cinta Terlarang

Ingin kurasakan lagi dimana saat kau tatap mataku dan aku tak sanggup menatap kdlm

kedua bola matamu, saat bibirmu membungkam kataku dgn kecupan2 mesramu dibibirku,

saat pelukan & dekapan hangat tubuhmu begitu meluluhkanku, dan membuatku tak berdaya,

biarlah kukenang semua karena bagiku itu adlh dosa terindahku,

Ketika engkau tawarkan setangkai mawar untukku agar aku mengerti

durinya adalah mata hidup yang mengingatkan kita, Aku yang mencari cinta sejati? dan

aku mnemukanmu, wlo kadang cinta datang terlambat.. saat sang bunga tlah berpendamping,

dan mungkin kini sang bunga sdh tiada bermadu,tak ada lagi yang boleh menyentuhnya..

Andai saja kau tak datang Aku takkan memandang, Andai saja kau tak tersenyum

Aku takan melamun, Dlm heningku… Teringat padamu…

Orang yg membuatku tampak berarti, dulu Ku berjanji dlm diri Dpatkan kau disini Hingga diriku tak sendiri

Sesaat hadirmu kukenang Dalam setiap helaan nafas lalu Kupejamkan  kedua mata ini dan nyata bayangmu

kian menjauh, Ingin Kutitipkan cinta ini padamu simpanlah dgn Kunci dlm hatimu rapat²

Jadikan semangat saat melangkah Pastikan indahpun terpahat disana’

Jika kau turunkan tangga untukku, aku akan memanjatnya seketika,

agar bisa mendekati singgasanamu, dan merasakan hangatnya sapamu

Bintangku, sekali lagi aku merayumu, masihkah kau acuhkan aku?

sampai detik ini inginku masih sama, “kau tetap menjadi bintang yg mnyinari gelap malamku”

Tak pantaskah aku jadi penghias? Selalu berjajar bersamamu,

menjadi serpihan hidupmu menghibur keresahan jiwa-jiwa ku yg terluka’

Ijinkan aku mengenang, nyayian rindu yang selalu mengalun indah dari bibirmu,

bagiku dunia begitu indah penuh warna Saat kita bertemu, indah yg kurasa…

Saat ku pergi, aku tau kau selalu menantiku. Apakah bnr kaupun men cinta?

dan aku tau aku telah membiarkan kebahagiaanku lewat sekali lagi…

Cinta ini ibarat api, jika aku jaga dgn indah, maka cinta itų akn menghangatkanku,

namun jika ku siram dengan cemburu, maka cinta akn membakar diriku…

Ijinkan aku mengenang,pada senyum indah yang pernah kau beri,

pada seutas asa yang pernah kau cipta,Pagi yg tercerah adlh ktka bersamamu,

malam yg terindah adlh ktika mendengarkan suara detak jantungmu, hati yg paling bahagia

adlh ktka memiliki mu Setiap malam, jangan memunggungiku lagi Tatap binar mataku yang berkaca-kaca,

usah kau menjauh Aku hanya meminta sekali saja.. Sekali saja, jgn abaikan mimpi yg dtng di lelapmu

Di dlmnya ada aku yg berlutut Aku hanya meminta sekali saja, takkan ada selanjutnya

Jika perkataanku selama ini kau anggap luka Maka maafkanlah Åkũ..

Mungkin semua karna ketidak sabaranku, dan ke egoisanku,

Jika aku harus memilih untuk bernapas atau mencintaimu,

maka akan ku gunakan napas terakhirku untuk mengatakan “aku mencintaimu”

Walau Meski aku sadar aku tak mungkin hdp brsamamu tapi Bagiku kau tetap yg terindah”

disepanjang perjalanan cintaku’ mimi luph pipi foreva <3

Nopember 24, 2011

Teraniaya rindu….

Tau kah kamu,
aku gugup sewaktu menulis ini..
Kepalaku berputar, darahku berpacu

menahan kata yg terbata,

Lalu melayanglah pikiranku..

kau…..

selalu menari di kesepianku

tertawa di ketidak lucuan hariku

pada menit yg mendamba…

tanyaku pada rembulan ,

mengapa sinarmu redup begini ??
sapaku pada angin malam ,
mengapa terpaanmu dingin begini ??
sedangkan sepi kian menghujam
di kala hati terkikis kerinduan
di ujung penantian malam ,,

sunyi benar-benar menikamku dalam gelap

buatku tak berdaya hadapi rasa sepi

hanya bisa pasrah berkali di hujam kenangan

yang tiba-tiba muncul ke permukaan angan

aku bisa apa jika ku sendiri tak berdaya

apakah aku harus menyerah begitu saja

sedang dalam hidup ku punya mimpi dan tujuan

adakah malaikat yang kan datang menolongku..

telapak kaki kian penuh luka dan penuh darah

namun tetap kan ku pijakkan dalam bumi-Nya

hingga ku terbujur kaku dalam liang-Nya

karena ku percaya akan rahasia indah-Nya

September 16, 2011

Lembah pinus berbisik cinta II

Pagi itu samar dikejauhan terdengar kicau burung

riang bernyanyi didahan pohon pinus…

menyambut pagi yg cerah dan sang mentari yg bersinar indah….

edo bangun lebih awal pagi ini, ia ingin menikmati harumnya udara pagi,

Selama  edo tinggal dikota  B dikota kelahiran risa,

dia merasa tenang dan rileks karena bisa sedikit melupakan

pekerjaan dan rutinitasnya yg membosankan dikantor.

dia bisa istirahat total tanpa ada yg mengganggunya saat tidur…

terkecuali risa yg selalu menggodanya dengan kecupan2 kecil

dipipi dan kening edo, tapi edo tidak pernah marah

ia malah membalasnya dengan rangkulan mesra

yg membuat risa semakin menggeliat manja saat edo memeluknya….

semakin hari bunga-bunga cinta itu semakin tumbuh subur….

impian dan harapan untuk masa depan yg indah itu

sebentar lagi akan segera terwujud,

tanpa ada lagi yg dapat menghalangi cinta mereka,

hari ketiga dikota B akhirnya edo berkunjung kerumah risa,

dia dikenalkan dengan kedua orangtuanya,

sdh tidak ada lagi yg ditutup-tutupi oleh risa dari edo,

bahkan keadaan yg terburuk sekalipun,

risa bukan terlahir dari keluarga kaya raya,

kehidupan risa sangatlah sederhana rumahnya terletak

dikaki bukit, dengan hawa pegunungan yg sangat dingin

dan sungai yg jernih yg mengalir disebrang rumahnya

jg perkebunan teh yg luas terbentang tak jauh

dari belakang pekarangan rumahnya..

edo sudah bisa menerima apapun kekurangan risa

karena rasa cintanya yg begitu besar terhadap wanita ini

dia sanggup membiayai pengobatan risa karena risa memang sedang sakit

dia terkena sakit ginjal yg terkadang membuatnya merasa takut

dan putus asa karena sudah berobat kesana kemari tapi tdk kunjung sembuh,

namun berbeda dengan edo dia selalu memberikan suport dan semangat

untuk kekasihnya itu dia selalu mengajarkan risa untuk selalu optimis,

karena dia yakin semua penyakit itu pasti ada obatnya…

dan tuhan itu tdk akan memberikan cobaan diatas

batas kemampuan hamba2nya, kita hanya bisa berdoa,

berusaha dan tawakal kepadaNYA.

risa sangat bangga memiliki kekasih yg sangat pengertian seperti edo,

bahkan dia sangat ingin bisa menikah dan hidup bersama lelaki itu,

namun ada satu ganjalan dihati risa yg membuat ia tak berani untuk

melangkah kedepan menyongsong kebahagiaannya bersama pria itu.

dia merasa tak pantas  mendapatkan pria sebaik edo,

dia terlalu sempurna dimata risa, dia ter lalu baik bahkan

sangat baik dan terkadang  mmg risa takut jika mereka menikah nanti

dia tidak bisa memberikan keturunan dan tdk bisa membahagiakan edo,

atau malah penyakitnya semakin bertambah parah

kalau sampai gagal ginjal entah berapa banyak biaya yg harus dikeluarkan

untuk cuci darah dan berobat jalan, itulah yg menjadi pertimbangan risa…

dia merasa dirinya tdk pantas bersanding dipelaminan dengan lelaki itu,

risa tdk ingin membuat edo menangis mengasihaninya

saat terkapar dirumah sakit, dia tdk ingin keluarga edo tau

kalau dirinya bukan dari keluarga kaya, karena keluarga edo

memang berasal dari keturunan ningrat dan bisa dibilang

keluarga yg terpandang, namun bagaimanapun

edo tdk pernah sombong bahkan dia sangat mandiri

tidak pernah meminta uang pada kedua orang tuanya.

dia membiayai hidupnya sendiri dengan hasil kerjanya,

dia belajar hidup sederhana tanpa harus berpoya-poya

menghabiskan uang untuk hal-hal yg baginya tidak berguna,

membangun rumah tangga dengan orang yg dicintainya,

memiliki anak2 yg lucu keluarga kecil yg harmonis

dan bahagia itulah tujuan hidup edo.

risa sangat kagum dengan kesederhanaan edo,

dia sangat berbeda dengan mantan2 kekasih risa sebelumnya

yg selalu pamer kekayaan dari orangtuanya bahkan pacaran

hanya untuk  sekedar bersenang-senang.

tanpa memikirkan untuk masa depan dan hari esok,

tapi disisi lain rasa minder itu selalu menghantui dirinya

risa sadar ia hanya seorang wanita yg lemah dan sakit2an dan juga bukan

berasal dari keluarga berada  dan itu semua selalu mematahkan

semangatnya…

walaupun acap kali edo meyakinkan risa bhwa keluarganya

pasti akan setuju dengan pilihannya karena masa depannya

dia yg menentukan dan dengan siapa dia bisa bahagia itu yg dia pilih.

tidak ada yg sempurna didunia ini, bagi edo mencintai risa

dengan sempurna itu sudah lebih dari cukup…

saat edo bertandang kerumah risa dia merasa

sudah sangat akrab dengan ayah dan ibu risa edo

sudah tidak sungkan2 lagi terhadap mereka,

edo sangat ramah dan santun terhadap kedua orang tua risa…

bahkan dia mengobrol lama sekali dengan ayah risa,

keluarga risa sangat menyukai edo dan sangat setuju

jika risa menikah dengan edo nanti..

karena ayah risa bisa menilai kalau anaknya tidak akan salah pilih

edo memang sosok yg sangat menyenangkan

sosok humoris dan ramah yg membuat orang betah

dan nyaman berlama- lama mengobrol dengannya.

setelah jam 09:00 malam, edo pun undur diri dan dia pamitan

kepada kedua orang tua risa, dia bermalam divilla seperti biasa

dia bukan tidak ingin bermalam dirumah risa.

walau ayah dan ibu risa sudah menyuruhnya untuk menginap

tapi yg lebih jelasnya dia tidak ingin merepotkan risa dan keluarganya.

malam itu ia tidak bisa tidur karena pikirannya terus melayang

jauh kepada kekasihnya, padahal baru saja beberapa jam lalu

mereka bertemu tapi rasa kangen yg sudah menyesakan dada

membuatnya tidak bisa memejamkan mata.

begitu juga dengan risa.

akhirnya edo menelpon risa dan mereka

berbincang ditelpon hingga pagi.

keesokan harinya risa mengajak edo keliling

ketempat2 yg indah dikota B, mereka jalan2 berdua

dari siang sampai sore hari terus makan malam bersama….

dan setelah itu edo mengantarkan risa pulang…

tak terasa sudah seminggu edo dikota B mau tdk mau

dia harus kembali ke kota P untuk bekerja,

karena kerjaannya yg sdh menumpuk

yg tidak mungkin bisa ditinggal lebih lama lagi,

bos nya pun sudah menelponnya berkali-kali…

untuk memintanya pulang lebih cepat.

dan pagi itu bertepatan dgn hari ulang tahun edo,

risa mengantarkan edo kebandara, setelah selesai boarding

dan membeli tiket,  edo menyuruh risa pulang dengan diantar oleh pak sopir

karena pesawat yg ditumpangi edo baru akan tiba pukul 03:25 sore.

dari bandara kekota B memerlukan wktu 2 smpe 3 jam,

maka dari itu edo meminta risa pulang dan tdk usah menunggunya.

karena dia tidak ingin melihat risa kemalaman djln karena terjebak macet.

edo sangat mengkhawatirkan keadaan kekasihnya itu

keadaan fisik risa memang sangat lemah dan mudah sekali sakit.

sesampainya dirumah risa menelpon edo dan

edo bilang kalau pesawat yg akn ditumpanginya itu telat.

dan hingga pukul 07:00 malam. edo belum terbang juga,

dia sudah lemas berdiri diruang tunggu,

bahkan sudah banyak sekali orang2 yg complain karena

jam kbrngkatan pswt yg tidak sesuai dgn jadwal yg tertera didlm tiket.

setelah pukul sembilan akhirnya edo menyerah dia kesal,

marah dan juga lelah akhirnya dia memutuskan kembali kekota B.

setelah mendengar kabar edo tdk jdi pulang ke kota P.

risa sangat cemas sekali dgn keadaan edo, dia bilang kepalanya pusing,

bdnnya lemas dan dia belum makan dari siang tadi.

risa menunggunya dirumah dgn rasa khawatir bercampur bahagia

dia khawatir dgn keadaan edo dan dia bahagia karena edo kembali

sebenarnya dia tdk ingin edo pergi meninggalkannya..

dan jika mungkin risa ingin meminta edo untuk tinggal lebih lama lagi…

Bersambung ke bag III.

Agustus 17, 2011

Lembah pinus berbisik cinta…

Lembah pinus berbisik….

Awalnya risa sdh tidak percaya dengan makhluk tuhan yg bernama laki- laki,

karena masa lalunya yg pernah sangat dikecewakan oleh cinta pertamanya,

risa tidak pernah menaruh rasa percaya itu lagi terhadap kaum adam,

bahkan dia pernah berpikir tidak akan pernah jatuh cinta lagi

diseumur hidupnya.

namun setelah pertemuannya dengan edo  lelaki yg sanggup

menaklukan hatinya semua berubah drastis, edo tdk pernah menyerah

walau ia harus menghadapi banyak cobaan & masalah untuk

mendapatkan risa, karena terkadang risa masih meragukan

kesungguhan pria yg dicintainya itu,tapi edo selalu bersabar

menghadapi risa, bagi edo pertengkaran2 kecil

yg sering mewarnai hubungan cinta mereka 

bagai bumbu penyedap dalam masakan yg mereka santap setiap harinya,

namun berbeda dengan risa dia lebih tempramen ,egois & manja

selama setahun mereka pacaran dia tidak pernah mau mengalah dengan edo

bahkan sikapnya bisa dibilang masih sangat kekanak2an, jika dia tidak suka,

dia tidak akan pernah bisa dipaksa dengan cara apapun,

dia hanya akan melakukan apa yg dia suka saja beda dengan

edo yg selalu menuruti kemauan risa dan selalu mencoba

untuk mengerti kekasihnya itu, risa merasa sangat beruntung

memiliki edo dan dicintai pria sebaik edo…

dia laki-laki yg sabar, ramah,bertanggung jawab, dewasa,

dan pekerja keras.

edo juga berjanji akan membahagiakan risa disepanjang hidupnya

dan setelah mereka menikah nanti…

bahkan edo sudah merencanakan pesta pernikahan

mereka bulan depan, sesungguhnya risa adlh wanita

yg sangat periang dan jg humoris namun entah kenapa beberapa tahun

belakangan ini dia berubah seperti menjadi sosok yg lain yg bukan dirinya,

dia menjadi lebih cuek, cepat marah dan meledak ledak

bila ada sedikit masalah saja dengan edo, padahal edo sudah meminta
pada kekasihnya itu untuk membicarakan masalahnya secara baik- baik
tanpa harus marah-marah.
risa selalu menangis dan ngambek apabila edo menasehatinya

dia berpikir edo terlalu kolot dan bawel padahal itu untuk kebaikannya,

terkadang edo sudah lelah dengan sikap risa yg tdk pernah bisa berubah

namun ia jg tdk bisa meninggalkan wanita itu karena edo

sangat mencintainya, dia yakin risapun juga sangat mencintai dirinya,

mereka sudah bagaikan nafas dan jasad jika nafas itu sdh tdk ada

maka bagaimana mungkin jasad itu bisa ttp hidup.

mungkin begitulah yg mereka rasakan saat ini, mereka tdk bisa

hidup satu sama lain jika sampai berpisah, bunga- bunga cinta

dihati mereka semakin tumbuh subur dari hari ke hari,

begitu juga rasa cemburu dan rindu yg mereka rasakan,

setiap harinya selalu saja ada masalah kecil

bagai berjalan dijalan yg terjal dan berliku

untuk  menuju suatu lembah dan taman yg indah…

 

batu kerikil2 tajam pun harus siap mereka lewati,

bagi edo tdk ada masalah yg tdk bisa diselesaikan

apabila dihadapi dengan kepala dingin,

namun bagi risa berlari dari masalah itu lebih meyenangkan

daripada harus memikirkan setiap masalah yg hanya

akan membuatnya merasa tertekan dan sakit kepala,

tapi selama ini edo selalu menuruti semua kemauan calon istrinya itu,

selama itu masih dlm tahap yg wajar dan bisa dicerna

oleh akal sehat menurutnya, bahkan edo rela membiayai pengobatan risa

juga mencukupi kebutuhan materi risa disetiap bulannya.

sore itu risa sedang melamun diberanda rumahnya….

sambil melihat-lihat foto mereka dlm layar hp BB hadiah pemberian edo,

pikirannya sesaat jauh melayang mengingat hari pertama mereka bertemu,

saat risa menjemput edo dibandara, saat hari yg ia tunggu2 itu jadi knyataan,

saat senyum kebahagiaan tersungging dibibirnya yg manis, saat pelukan dan

tatapan mata edo bagaikan setetes air yg menghilangkan dahaga

digurun sahara dikemarau jiwa.

 

 

 malam itu edo terlihat begitu rapi dan tampan sehingga

membuat risa begitu nervous dan salah tingkah

ketika edo menatapnya lebih lama,

jantungpun serasa berdetak lebih cepat,

rona merah terlihat dipipi risa yg putih bersih….

membuat edo semakin gemas untuk terus menggodanya…

dari bandara mereka menuju sebuah resto dijakarta

dan edo mengajak kekasihnya makan malam disana, 

setelah makan malam usai mereka melanjutkan perjalanan

ke sebuah kota yg tdk jauh dari sana kota yg sangat indah,

nyaman dan dgn hawa pegunungannya yg sejuk dan dingin…

dlm mobil yg terus melaju hening tanpa kata,

mereka berdua duduk dijok belakang sambil

terus saling berangkulan, seolah ingin mengusir rasa dingin yg ada,

pak sopirpun tak banyak brtanya.

‘love song’s yg sengaja diputar  oleh pak sopir semakin menambah

suasana romantis malam itu.

sejenak risa terlelap dipelukan edo ia memejamkan matanya

perlahan, ia merasa begitu nyaman,

ketika mencium wangi aroma tubuh edo,

mendengar merdu irama detak jantungnya,

mencium harum nafasnya…

mendekap hangat pelukan dan genggaman tangannya….

dunia terasa begitu indah malam itu walau tanpa bintang,

karena bintang yg selama ini menenami malam2nya yg sunyi

kini tengah hadir disampingnya dlm wujud yg nyata. dan bisa disentuh…

saat mata mereka beradu, saat hati mereka terpaut,

saat bibir mereka berpagut, dunia terasa milik mereka berdua…

 

terasa begitu indah ketika dengan lembut edo mengecup bibir risa,

tangan risa merangkul pundak edo mesra, sesaat mereka lupa

kalau mungkin saja pak sopir itu mencuri pandang

memperhatikan mereka, dibalik kaca spion  tapi pak sopir

itu seakan mengerti kalau mereka berdua tengah dimabuk asmara.

 

setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai ditempat

tujuan mereka ‘lembah pinus’  villa yang sangat cantik dan indah,

dan malam yg indah itu mereka lewati berdua disana,

malam yg takan terlupakan sepanjang perjalanan cinta mereka,

terdengar tawa dan canda dari bilik kamar itu,

juga dari luar kamar trdengar

suara gemericik air sungai yg tdk jauh dari lembah pinus,

beberapa pohon pinus berjejer indah, bunga-bunga dan

pohon tropis yg bertaburan disekeliling pekarangan villa

dan siepanjang penglihatan mata, bagaikan taman surga

yg tdk semua org tahu keberadaannya..

pagi itu risa tengah bangun lebih awal dia menatap edo lama sekali

pria yg berbaring disampingnya, bibirnya yg mungil, matanya, hidungya,

rambutnya yg slalu terlihat rapi, & terdengar desah nafasnya yg teratur satu2,

risa terus memperhatikan edo ketika ia tanpa sadar kalau edo sudah membuka

mata nya dan dengan gerakan cepat mengecup bibirnya..

 

ia hanya terpaku dan menikmati semua alur

yg dimainkan edo, ia tak meyesal walaupun harus berbohong

pada orgtuanya untuk menginap dirumah sodaranya diluar kota…

bahkan dia rela memberikan segalanya pada edo calon suaminya,

begitu juga dengan edo matipun rasanya dia rela demi risa.

tidak perduli berapa jauh dan lama waktu dan jarak yg harus ditempuh,

andaikan risa tau betapa besar pengorbanan dan ketulusan

cinta yg dimiliki pria itu, pasti ia akan sangat menyesal telah

sering kali menyakiti perasaan edo dengan ke angkuhannya…

 ____ jangan pernah katakan cinta tapi buktikanlah ____

 

bersambung ke bag II.

 

 

 

 

Agustus 14, 2011

” Tak ada yg abadi “

 ” Tak Ada Yang Abadi “
 

 

Tak’kan selamanya tanganku mendekapmu,,

Tak’kan selamanya raga ini menjagamu,,

Seperti alunan detak jantungku,,

Tak bertahan melawan waktu,,

Dan semua keindahan yang memudar,,

 

 

Atau cinta yang telah hilang,,

Tak ada yang abadi,,

Biarkan aku bernafas sejenak,,

Sebelum hilang,,

Tak’kan selamanya tanganku mendekapmu,,

Tak’kan selamanya raga ini menjagamu,,

Jiwa yang lama segera pergi,,

Bersiaplah para pengganti,,

Tak ada yang abadi,, :(

 

 

ketika malam menyapa…

Hatiku Terasa Pilu…

Bayangmu Selalu Hadir Menggodaku…

Rindu ini Menyiksaku….

 Lelaki Pujaanku Kau Tetap Dihatiku Selalu…

Banyak Kenangan Terindah Yang Tak Bisa Kulupakan,

Aku Akan Selalu Setia Menantimu…

Berharap Suatu Hari Dapat Bertemu

Dan Bersatu Denganmu…

Dalam Satu Ikatan Suci Selamanya…

Dan Kau Pun Harus Tahu…

Rasa Cintaku Tak kan Pernah Berubah

Tetap Sama Seperti Dulu…

Seperti Saat Pertama Aku,

Jatuh Cinta Padamu…

Hanya Kau Yg Merajai Hati

Dan Pikiranku….

Hingga Hela Nafas Ter Akhirku…

Hingga Berhenti Berdetak Jantungku…

Kau Tak Tergantikan…..

 

April 19, 2011

Facebook I’am in LupH’

Facebook I’am in LupH’

 

 

Dulu aku adalah seorang gadis yg periang, manja, energik, bawel, sedikit usil, tapi mnyenangkan,

namun beberapa tahun ter akhir ini semua berubah, aku menjadi lebih pendiam, lebih cepat marah dan cengeng.

aku tak tahu apa sebabnya, teman- temanku, duniaku, kebebasanku,semuanya, hilang!!!

aku merasa semua menjauh dan direnggut dariku, dan aku merasa ini tidak adil!!!

Aku tertekan!!! aku merasa sendiri, aku bosan!!!

namun kini semua berubah setelah bertemu dengannya,

ia laki -laki yg perlahan masuk kedalam duniaku,

menerobos dan mnghancurkan semua dinding ke angkuhan dan ke egoanku,

hingga aku tak berdaya dibuatnya’ ya aku jatuh cinta’ ketulusannya mmbuat hatiku luluh’

kini Setiap hari aku duduk disini didepan layar computerku

hanya untuk menantikan senyumnya,sapanya,candanya…

 

 

 

Semilir angin dari jendela kamarku menerpa wajahku dengan keras,

Seakan membangunkanku dari lamunan, sejenak kurasakan hawa yg begitu dingin,

membelai tubuhku, ia datang menghampiri untuk mengusirku agar segera pergi tidur,

namun aku hanya diam tak beranjak dari tempat dudukku’ aku tetap keras kepala’ 

ku abaikan rasa ngantuk itu, aku hanya ingin tetap disini menunggu kabar darinya,

membaca ungkapan hatinya dari stiap bait puisi yg ia ketik walau mungkin bukan untukku, namun aku

menikmati semua canda dan gurauannya yg hangat dan…!!! 

Mungkin mereka bosan denganku, yg setiap hari hanya menatap layar laptop.

Hanya untuk melihatnya, berbincang dengannya, atau hanya sekedar ingin disapa olehnya

Kubuka jendela facebook yg menjadi tempat pertemuan kami.

dan Aku terus tersenyum ketika mengingat hari itu…

 

 

Hari dimana saat pertama kali kami tanpa sengaja bertemu di status temanku,

dia orangnya baik, lucu, dan nyambung saat diajak bicara, hingga aku merasa cocok dengannya.

Bahkan sblm menambahkan aku sebagai temanpun, dia meminta ijinku trlebih dahulu,

Tidak seperti laki – laki kebanyakan yg tak sopan bahkan seringkali commentnya menyebalkan,

Tidak !!! dia berbeda dia sangat sopan, dan sangat etis, dia juga lutchuuu, dan kocak.

 

 

 

Aku terus tersenyum sembari menantikan sosoknya yg mulai kukagumi muncul

dibalik jendela yg tertutup antara dunia real dan dunia cyber itu.

Sedetik,semenit, sejam pun ber lalu dia blm online juga akhh!!!

Kuangkat kepalaku. Kutatap Langit – langit dikamarku, kupejamkan mataku sejenak,

Bayangan wajahnyapun hadir menggodaku, udara yg begitu sejuk menghamipir pikiranku,

Bayangannya akan selalu menemaniku untuk menunggunya.

 

Sampai akhirnya kutemukan sosoknya yg nyata, suaranya yg merdu,

tatapan matanya yg hangat, dan senyumnya yg tak bisa kulupakan,

Aku begitu senang sampai akhirnya aku tak sadar bahwa aku tersenyum dan

mukaku berubah merah karena malu. Membayangkan saat pertemuanku dgnnya nanti’

 

 

 

Dia pasti akan menatap bola mataku yg bening.  Dan dia pasti akan menggenggam jemari tanganku,

Akh tak dapat kubayangkan’ betapa salah tingkahnya aku nanti saat berada disampingnya.

sedikit rileks , tapi cara itu aku yakin tidak ampuh dan malah mungkin membuatnya tertawa.

uhhh Melihatnya terbahak-bahak membuat hatiku berdesir…

 

 

 

 

Andai aku bisa memiliki senyumnya. Otakku tak bisa berpikir cepat,

mungkin karena terbius olehnya. Dia mengangkat tangannku dan

Meraihnya ke dalam genggaman tangannya. Saat itu aku tau, tanganku pasti begitu dingin karena gugup.

Aku tertunduk malu dan rambutku yg panjang setengah menutupi wajahku yg memerah.

Dia mengangkat daguku, perlahan lalu dia berkata:

 

 

 

 

“Kau tau hal apa yg menyita waktuku beberapa bulan terakhir?

 Kau tau siapa yg telah membuatku sulit tidur tiap malam?” Aku menatap dalam kematanya.

“Jawabannya adalah kau!!!

dan Aku terus berpikir kapan saat ini tiba, kapan ku bisa menggenggam erat tanganmu seperti saat ini?

” dan berharap kita takan terpisahkan lagi’ Hingga ajal menjemputku’

 sayang aku harap ini jdi cinta ter akhir, yg akan ku rajut hnya denganmu.

walau ini sulit akan ku tempuh, semua perjalanan cinta kita…”

 

 

lantas dia mengecup keningku mesra’ hanya sesaat setenang air mengalir’

dan akh akupun tak mampu berkata sepatah katapun’

Hanya airmata kebahagiaan yg perlahan menetes yg mampu mnjawabnya’

“Bahwa akupun ingin slalu brada disampingmu, mndampingimu

disisa umurku, sepanjang hidupku’ selamanya dalam satu ikatan suci yg Tuhan Rhidoi’

 

 

 BUZZ!!!

tiba2 terdengar suara dari dlm layar computerku!

uhfft!!! lagi- lagi dia mengagetkanku!!!  upsss!!! tapi aku senang’

karena yg ditunggu- tunggu akhirnya muncul juga’

Dan aku baru saja terbangun dari mimpi indah itu’ :p

Maret 11, 2011

Lelaki penakluk’ bag II.

  Lelaki penakluk ‘ bag II.

 

Aku tak sabar menunggu hari itu, 

hari dimana dia akan melamarku,

hari yg akan membawaku kedalam

Pelukannya,  pelukan seorang Lelaki yg kukagumi…. 

 

 

Dan saat membayangkan wajahnya, senyum mengembang disudut bibirku

Aku mulai merancang-rancang menu acaraku bersamanya nanti…

dan kami akan membahas soal rencana pernikahan kami tahun depan..

 Namun diakhir lamunanku justru terbersit pikir membatalkan rencana itu,

Apakah aku masih pantas untuknya, apakah dia akan bahagia bersamaku

Apakah aku akan seegois ini, dan apakah dia sanggup menungguku 2thn lamanya? 

 

 

Aku pikir hari itu pasti hari yg dinantinya juga, 6 bln lamanya kami hanya berbicara

Lewat dunia maya, tanpa pernah ada kontak fisik,

Aku yakin dia juga pasti sangat mengharapkan pertemuan itu, aku yakin dia

Juga pasti sangat merindukanku, seperti halnya aku merindukan dirinya

Tanpa sadar bulu romaku meremang membayangkan dia didekatku..

Jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya dan pipiku terasa panas dan merah

Aku membayangkan harum aroma tubuhnya yg khas dan tatapan matanya yg hangat

Sepanjang hari ini aku tak henti – henti memikirkannya karna semakin hari

Aku semakin sayang  dan perasaan cintaku semakin dalam saja terhadapnya.

 Aku sendiripun heran dengan hatiku, kenapa aku begitu mengharapkannya

Bahkan sangat mendambakannya menjadi milikku, jika aku mau aku mampu

Dan demi laki2 itu aku sanggup bertahan, dia slalu membuatku bersemangat

Menjalani hari-hariku yg suram…dan……

  Aku mulai berpikir ulang tentang keputusanku….aku merenung sesaat…

Pudarlah lengkungan pelangi itu dibibirku, bergantikan mendung dihati…

Memang aku membutuhkan dia disampingku, seseorang yg amat mencintaiku

Seseorang yg dpt menghargai dan mengerti perasaanku sebagai seorang wanita,

Aku membutuhkan tetesan embun cintanya

 

Aku inginkan seseorang yang dapat mengecup bibirku

Dengan mesra penuh cinta bukan hanya nafsu…

Aku butuh sentuhan hangat dari seorang pria yg tulus mencintaiku

Dan tanpa harus berbagi dengan wanita lain…. 

 

Aku menantikan saat itu..saat erangan itu

berubah mnjadi symphony yg merdu terdengar

saat nafas yang memburu itu menjadi arena pacuan

semangat untuk msa depan yg indah

saat butiran peluh itu menjadi tetesan kebahagiaan

mungkin nanti akan tiba saatnya, ketika peluh itu milikku,

ketika nafas dan tubuh itu milikku…

dan tentu saja tanpa harus berbagi dengan wanita lain,

sudah jelas tak kuragukan lagi cintanya hanya untukku…

 

      ___Love___

 Aku butuh teman untuk melalui

Aku butuh kawan untuk berbagi

Aku butuh bayangan untuk mengikuti

Aku butuh mentari untuk menerangi

Aku butuh air untuk menyirami

Aku butuh pohon untuk meneduhi

Aku butuh pagi setelah gelap hari

Aku butuh tempat untuk kudiami

Aku butuh tersenyum setelah bersedih

Aku butuh hati untuk disayangi

Untuk itulah ku akan tetap menantimu disini

Hingga kelak kau jadikan seorang istri

 

 

 

______Happy ending_____

Februari 27, 2011

Lelaki penakluk’ bag 1

Lelaki penakluk’ bag 1

 

Masih tentangmu, lelaki penakluk hatiku 

yg memporak porandakan dinding pertahanan jiwaku

Yang bermula dari senyum manis dan tatap kerinduan

Hingga ku terjatuh dan melenguh dalam pelukanmu

Hingga saat kemarau kerisauan kupanggul sepanjang usiaku

Aku sungguh tak ingin kisah ini Berakhir dengan jejak kenangan..

 

Layar televisi di hadapanku tak lagi berpendar.

 Tatapan mataku kosong otakku tak mampu untuk

mencerna apapun yang aku lihat di layar kaca itu.

Pikiranku nyalang berlari dari tempatnya.

Dan dahiku berpeluh diperkosa kerapuhan…

Beberapa bulan lalu aku meninggalkan kotaku tercinta.

Dan ia mengantarkan aku ke bandara.

Burung besi itu merenggutku dari sisinya untuk sementara. 

 

 

Kami berdua memang harus berjarak karena kami tinggal di negara yang berbeda.

Saat itu ia hanya berdiri kaku menatapku menghilang di lautan manusia

yang berdesak-desakan tanpa sela.

 Perpisahan kali ini tidak seperti perpisahan sebelumnya…

 Sebelumnya aku tak pernah merasa sesedih ini,

kenapa sekarang kakiku terasa berat Untuk melangkah,

hatiku berkata ingin slalu berada didekatnya dan aku tak ingin pergi jauh darinya,

aku tidak siap karena harus menghadapi kerinduan yg pasti sangat menyiksa.

Saat ini hanya ada janji untuk menjaga diri masing-masing dan berjanji segera bertemu kembali

 

 

 Perpisahan ini tak terelakkan lagi.

Sejak awal kami bersama, aku hanya menghitung

hari demi hari hingga perpisahan ini akan tiba.

Berusaha menikmati setiap hari kebersamaan.

Membungkus dengan indah setiap torehan kenangan yang kami lewati berdua…

* * *Malam itu Belum pernah aku melihat  tatapan matanya begitu kosong.

Dia seperti ada di alam lain.Dan dia kelihatan begitu gelisah

namun dia tak berkata sepatah katapun

dia diam menungguku untuk berbicara. Ruangan itu remang,

lampu kamar sengaja kami padamkan,

hanya ada cahaya bulan dan lampu halaman belakang

yang masuk melalui kaca jendela. Tapi cahaya yang minim itu

tak mampu menghalangiku memandang raut wajahnya yang tampan

yg terbaring di sampingku, menghadapku…

 

 

Punggung tanganku mengelus pipinya lembut.

Dia mengerjap seraya mengambil nafas panjang.

Aku mengecup bibirnya perlahan, hanya sesaat,

 ia masih memandang jauh ke dalam mataku heran.

Berusaha menemukan apa yang aku sembunyikan…

 

  “Aku tak bisa meninggalkannya saat ini” kataku lirih.

 Ruangan itu mendadak hampa. “Kenapa?” tanyanya sedih,

seakan ingin mengkhianati pendengarannya.

 “Ya. Aku tak ada pilihan lain… Maafkan aku.”

 Kami diam. Terbius Pikiran masing-masing.

Lalu dia menyadari sebutir air mataku menetes

dan buru-buru mendekapku dalam pelukannya.

“Sayang, Maafkan aku! andai saja, dari awal kita tau kebersamaan ini tak

mungkin selamanya sesempurna seperti yang kita inginkan.”

Bahuku berguncang pelan dalam pelukannya.

 

 “Tapi aku mencintaimu,” kataku serak setelah agak menguasai kesedihanku.

 “Aku tau sayang. Aku tau. tukasnya Tapi aku tak bisa terus menerus

melihatmu menderita seperti ini. Kamu nggak pantas di sakiti.”

“Tapi sekarang aku sudah terbiasa sakit.”  Kataku lirih…

“Aku harus  kembali padanya. Itulah yang diinginkan keluargaku.”

“Apa dia lelaki yang baik?”

  “Ya Dia baik. Seperti kamu, hanya saja dia dingin tak dapat mengerti dan memahami aku”

 Seperi kau memahamiku, mencintaiku, menyayangi dan mengasihi aku,

 Dan malam itu mataku tak mampu terpejam,

melewati menit-menit terakhirku dalam pelukannya. 

Merekam halus simfoni nafasnya. Melukis detail wajahnya di kanvas hati.

Aku mencintainya. Meski tanpa janji sehidup semati,

dalam suka dan duka, dalam sakit dan sehat. Sesederhana itu…

ya hanya itu…. dan akupun terlelap dalam peluknya….

 

 

 

Bersambung ke bag II.

Februari 26, 2011

Doaku….

Doa ku….

 

 

 

Ya Allah ya Tuhanku saat aku dilanda kemarahan, kekecewaan, dan kepahitan,

ajari aku melihat dengan mata hati dan bukan dengan pengelihatan secara ego,

nafsu, amarah dan kebencian. Ajari aku untuk ikhlas dan mengerti maksud dari

segala yg terjadi dalam hidupku dan bukan dengan membiarkan

aku berpikir untuk menyalahkan keadaan.

Engkau tahu saat aku memendam amarah dan kebencian,

itu semua hanya akan merusak diri bahkan lebih menyakitkan

dari apa yg sebenarnya terjadi.

aku merasa lelah berada dalam bayang-bayang menyakitkan.

Tuhan,Tolong ajarkan kepadaku tentang kesabaran, keikhlasan,

dan memaafkan bukan hanya sebatas kata maaf dimulut saja,

tapi lebih dari itu bisa memaafkan secara ikhlas dan

membebaskan jiwa-jiwa yg terbelenggu dalam amarah.

 aku bukanlah manusia yg sempurna maka jauhkanlah aku

dari segala keangkuhan yg membelenggu diri.

Engkau Maha Pengampun dan Maha Pemaaf kepada setiap umatnya,

maka siapalah aku jika aku terlalu sombong untuk memaafkan orang lain.

 

Engkau pasti akan memurkaiku jika aku menjadi seseorang yg takabur & sombong.

Tuhan, ajari aku menerima segala keadaan yg terjadi sepahit apapun,

karena aku tahu Engkau akan selalu bersamaku, menerangi jalanku.

Segala hal yg aku alami bukankah sudah Engkau “Tuliskan

 

 

 

maka lapangkanlah hatiku menerima dan menjalani itu semua,

baik buruk, kebahagiaan, dan kesediahan. Kuatkan aku dalam setiap langkah

menapaki proses hidup yang kadang membuat aku menyerah.

Tuhan, tetapkan hatiku ketika aku mengatakan “Aku memaafkan kamu”.

Hilangkanlah segala kesakitan ku, leburkanlah segala kesedihan ku

dan aku mengharap Engkau menerangi langkah ku

selanjutnya menapaki jalan kehidupan

nikmat cinta yg suci dlm rhidoMU untuk menuju surgaMU yg hakiki.

Amin….

Februari 24, 2011

Takdir cinta

Takdir Cinta…

 

 

 

Ingin ku tutup mataku

dari semua pandanganku

karena bila melihat matamu

kuyakin ada cinta ketulusan hati

yang mengalir lembut

wahai penguasa alam

tolonglah pegangi aku

biar ku tak jatuh…

pada sumur dosa yang terkutuk

dan menyesatkan cintaku

 

 

 

 

andaikan ku bisa lebih adil

pada cinta kau dan dia

aku bukan nabi yang bisa sempurna

ku tak luput dari dosa

biarlah ku hidup seperti ini

takdir cinta harus begini

ada kau dan dia bukan ku yang mau

oh tuhan kuburlah hatiku….

 

 

Kala semua bintang tertutup kabut
pijarmu menyilaukanku
bayangmu menyadarkanku
menemaniku dalam gelap nan kelam

Ketika dirimu merindu
aku terdiam terhenyak dan terpaku
lidahku kelu dan aku membisu
hanya kamu yang ada di benakku

Jangan hapus senyum itu
jangan buang kenangan di hatimu
aku tak pernah pergi
aku masih disini…untukmu…

aku hanya manusia biasa
dan kau sang dewa yang terlalu sempurna
tetes airmata mu adalah goresan luka untukku
namun senyummu akan menjadi surga bagiku

ketika malam menyapa
dan bintang masih tertutup kabut……
hanya bayang wjhmu yg ada dibenakku”

 

 

nb: takdir cinta adlh nm judul sbuah lagu diva indo yg fave aq,
pas dgrin tdi aq rsa sngt ccok untuk di jdiin judul tulisanku x ini,
cz  emg pas beud sm suasana hati n kbtulan aq emg lgi mrasakan hal yg sm dgn liryck lagu diatas :(
jg puisi cinta yg kutulis disini aku dedicated spesial for some one who realy2 love me,
and care all about me…thanks beibH.. u are the best for me forever :)
Nopember 9, 2010
masih adakah cinta sejati itu… © 2012 --