
Awalnya risa sdh tidak percaya dengan makhluk tuhan yg bernama laki- laki,
karena masa lalunya yg pernah sangat dikecewakan oleh cinta pertamanya,
risa tidak pernah menaruh rasa percaya itu lagi terhadap kaum adam,
bahkan dia pernah berpikir tidak akan pernah jatuh cinta lagi
diseumur hidupnya.
namun setelah pertemuannya dengan edo lelaki yg sanggup
menaklukan hatinya semua berubah drastis, edo tdk pernah menyerah
walau ia harus menghadapi banyak cobaan & masalah untuk
mendapatkan risa, karena terkadang risa masih meragukan
kesungguhan pria yg dicintainya itu,tapi edo selalu bersabar
menghadapi risa, bagi edo pertengkaran2 kecil
yg sering mewarnai hubungan cinta mereka

bagai bumbu penyedap dalam masakan yg mereka santap setiap harinya,
namun berbeda dengan risa dia lebih tempramen ,egois & manja
selama setahun mereka pacaran dia tidak pernah mau mengalah dengan edo
bahkan sikapnya bisa dibilang masih sangat kekanak2an, jika dia tidak suka,
dia tidak akan pernah bisa dipaksa dengan cara apapun,
dia hanya akan melakukan apa yg dia suka saja beda dengan
edo yg selalu menuruti kemauan risa dan selalu mencoba
untuk mengerti kekasihnya itu, risa merasa sangat beruntung
memiliki edo dan dicintai pria sebaik edo…
dia laki-laki yg sabar, ramah,bertanggung jawab, dewasa,
dan pekerja keras.
edo juga berjanji akan membahagiakan risa disepanjang hidupnya
dan setelah mereka menikah nanti…
bahkan edo sudah merencanakan pesta pernikahan
mereka bulan depan, sesungguhnya risa adlh wanita
yg sangat periang dan jg humoris namun entah kenapa beberapa tahun
belakangan ini dia berubah seperti menjadi sosok yg lain yg bukan dirinya,
dia menjadi lebih cuek, cepat marah dan meledak ledak

dia berpikir edo terlalu kolot dan bawel padahal itu untuk kebaikannya,
terkadang edo sudah lelah dengan sikap risa yg tdk pernah bisa berubah
namun ia jg tdk bisa meninggalkan wanita itu karena edo
sangat mencintainya, dia yakin risapun juga sangat mencintai dirinya,
mereka sudah bagaikan nafas dan jasad jika nafas itu sdh tdk ada
maka bagaimana mungkin jasad itu bisa ttp hidup.

mungkin begitulah yg mereka rasakan saat ini, mereka tdk bisa
hidup satu sama lain jika sampai berpisah, bunga- bunga cinta
dihati mereka semakin tumbuh subur dari hari ke hari,
begitu juga rasa cemburu dan rindu yg mereka rasakan,
setiap harinya selalu saja ada masalah kecil
bagai berjalan dijalan yg terjal dan berliku
untuk menuju suatu lembah dan taman yg indah…
batu kerikil2 tajam pun harus siap mereka lewati,
bagi edo tdk ada masalah yg tdk bisa diselesaikan
apabila dihadapi dengan kepala dingin,
namun bagi risa berlari dari masalah itu lebih meyenangkan
daripada harus memikirkan setiap masalah yg hanya
akan membuatnya merasa tertekan dan sakit kepala,
tapi selama ini edo selalu menuruti semua kemauan calon istrinya itu,
selama itu masih dlm tahap yg wajar dan bisa dicerna
oleh akal sehat menurutnya, bahkan edo rela membiayai pengobatan risa
juga mencukupi kebutuhan materi risa disetiap bulannya.
sore itu risa sedang melamun diberanda rumahnya….
sambil melihat-lihat foto mereka dlm layar hp BB hadiah pemberian edo,
pikirannya sesaat jauh melayang mengingat hari pertama mereka bertemu,
saat risa menjemput edo dibandara, saat hari yg ia tunggu2 itu jadi knyataan,
saat senyum kebahagiaan tersungging dibibirnya yg manis, saat pelukan dan
tatapan mata edo bagaikan setetes air yg menghilangkan dahaga
digurun sahara dikemarau jiwa.

malam itu edo terlihat begitu rapi dan tampan sehingga
membuat risa begitu nervous dan salah tingkah
ketika edo menatapnya lebih lama,
jantungpun serasa berdetak lebih cepat,
rona merah terlihat dipipi risa yg putih bersih….
membuat edo semakin gemas untuk terus menggodanya…
dari bandara mereka menuju sebuah resto dijakarta
dan edo mengajak kekasihnya makan malam disana,
setelah makan malam usai mereka melanjutkan perjalanan
ke sebuah kota yg tdk jauh dari sana kota yg sangat indah,
nyaman dan dgn hawa pegunungannya yg sejuk dan dingin…
dlm mobil yg terus melaju hening tanpa kata,
mereka berdua duduk dijok belakang sambil
terus saling berangkulan, seolah ingin mengusir rasa dingin yg ada,
pak sopirpun tak banyak brtanya.
‘love song’s yg sengaja diputar oleh pak sopir semakin menambah
suasana romantis malam itu.

sejenak risa terlelap dipelukan edo ia memejamkan matanya
perlahan, ia merasa begitu nyaman,
ketika mencium wangi aroma tubuh edo,
mendengar merdu irama detak jantungnya,
mencium harum nafasnya…
mendekap hangat pelukan dan genggaman tangannya….
dunia terasa begitu indah malam itu walau tanpa bintang,
karena bintang yg selama ini menenami malam2nya yg sunyi
kini tengah hadir disampingnya dlm wujud yg nyata. dan bisa disentuh…
saat mata mereka beradu, saat hati mereka terpaut,
saat bibir mereka berpagut, dunia terasa milik mereka berdua…
terasa begitu indah ketika dengan lembut edo mengecup bibir risa,
tangan risa merangkul pundak edo mesra, sesaat mereka lupa
kalau mungkin saja pak sopir itu mencuri pandang
memperhatikan mereka, dibalik kaca spion tapi pak sopir
itu seakan mengerti kalau mereka berdua tengah dimabuk asmara.

setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai ditempat
tujuan mereka ‘lembah pinus’ villa yang sangat cantik dan indah,
dan malam yg indah itu mereka lewati berdua disana,
malam yg takan terlupakan sepanjang perjalanan cinta mereka,
terdengar tawa dan canda dari bilik kamar itu,
juga dari luar kamar trdengar
suara gemericik air sungai yg tdk jauh dari lembah pinus,
beberapa pohon pinus berjejer indah, bunga-bunga dan
pohon tropis yg bertaburan disekeliling pekarangan villa
dan siepanjang penglihatan mata, bagaikan taman surga
yg tdk semua org tahu keberadaannya..

pagi itu risa tengah bangun lebih awal dia menatap edo lama sekali
pria yg berbaring disampingnya, bibirnya yg mungil, matanya, hidungya,
rambutnya yg slalu terlihat rapi, & terdengar desah nafasnya yg teratur satu2,
risa terus memperhatikan edo ketika ia tanpa sadar kalau edo sudah membuka
mata nya dan dengan gerakan cepat mengecup bibirnya..

ia hanya terpaku dan menikmati semua alur
yg dimainkan edo, ia tak meyesal walaupun harus berbohong
pada orgtuanya untuk menginap dirumah sodaranya diluar kota…
bahkan dia rela memberikan segalanya pada edo calon suaminya,
begitu juga dengan edo matipun rasanya dia rela demi risa.
tidak perduli berapa jauh dan lama waktu dan jarak yg harus ditempuh,
andaikan risa tau betapa besar pengorbanan dan ketulusan
cinta yg dimiliki pria itu, pasti ia akan sangat menyesal telah
sering kali menyakiti perasaan edo dengan ke angkuhannya…
____ jangan pernah katakan cinta tapi buktikanlah ____
bersambung ke bag II.
