Lembah pinus berbisik cinta II

Pagi itu samar dikejauhan terdengar kicau burung

riang bernyanyi didahan pohon pinus…

menyambut pagi yg cerah dan sang mentari yg bersinar indah….

edo bangun lebih awal pagi ini, ia ingin menikmati harumnya udara pagi,

Selama  edo tinggal dikota  B dikota kelahiran risa,

dia merasa tenang dan rileks karena bisa sedikit melupakan

pekerjaan dan rutinitasnya yg membosankan dikantor.

dia bisa istirahat total tanpa ada yg mengganggunya saat tidur…

terkecuali risa yg selalu menggodanya dengan kecupan2 kecil

dipipi dan kening edo, tapi edo tidak pernah marah

ia malah membalasnya dengan rangkulan mesra

yg membuat risa semakin menggeliat manja saat edo memeluknya….

semakin hari bunga-bunga cinta itu semakin tumbuh subur….

impian dan harapan untuk masa depan yg indah itu

sebentar lagi akan segera terwujud,

tanpa ada lagi yg dapat menghalangi cinta mereka,

hari ketiga dikota B akhirnya edo berkunjung kerumah risa,

dia dikenalkan dengan kedua orangtuanya,

sdh tidak ada lagi yg ditutup-tutupi oleh risa dari edo,

bahkan keadaan yg terburuk sekalipun,

risa bukan terlahir dari keluarga kaya raya,

kehidupan risa sangatlah sederhana rumahnya terletak

dikaki bukit, dengan hawa pegunungan yg sangat dingin

dan sungai yg jernih yg mengalir disebrang rumahnya

jg perkebunan teh yg luas terbentang tak jauh

dari belakang pekarangan rumahnya..

edo sudah bisa menerima apapun kekurangan risa

karena rasa cintanya yg begitu besar terhadap wanita ini

dia sanggup membiayai pengobatan risa karena risa memang sedang sakit

dia terkena sakit ginjal yg terkadang membuatnya merasa takut

dan putus asa karena sudah berobat kesana kemari tapi tdk kunjung sembuh,

namun berbeda dengan edo dia selalu memberikan suport dan semangat

untuk kekasihnya itu dia selalu mengajarkan risa untuk selalu optimis,

karena dia yakin semua penyakit itu pasti ada obatnya…

dan tuhan itu tdk akan memberikan cobaan diatas

batas kemampuan hamba2nya, kita hanya bisa berdoa,

berusaha dan tawakal kepadaNYA.

risa sangat bangga memiliki kekasih yg sangat pengertian seperti edo,

bahkan dia sangat ingin bisa menikah dan hidup bersama lelaki itu,

namun ada satu ganjalan dihati risa yg membuat ia tak berani untuk

melangkah kedepan menyongsong kebahagiaannya bersama pria itu.

dia merasa tak pantas  mendapatkan pria sebaik edo,

dia terlalu sempurna dimata risa, dia ter lalu baik bahkan

sangat baik dan terkadang  mmg risa takut jika mereka menikah nanti

dia tidak bisa memberikan keturunan dan tdk bisa membahagiakan edo,

atau malah penyakitnya semakin bertambah parah

kalau sampai gagal ginjal entah berapa banyak biaya yg harus dikeluarkan

untuk cuci darah dan berobat jalan, itulah yg menjadi pertimbangan risa…

dia merasa dirinya tdk pantas bersanding dipelaminan dengan lelaki itu,

risa tdk ingin membuat edo menangis mengasihaninya

saat terkapar dirumah sakit, dia tdk ingin keluarga edo tau

kalau dirinya bukan dari keluarga kaya, karena keluarga edo

memang berasal dari keturunan ningrat dan bisa dibilang

keluarga yg terpandang, namun bagaimanapun

edo tdk pernah sombong bahkan dia sangat mandiri

tidak pernah meminta uang pada kedua orang tuanya.

dia membiayai hidupnya sendiri dengan hasil kerjanya,

dia belajar hidup sederhana tanpa harus berpoya-poya

menghabiskan uang untuk hal-hal yg baginya tidak berguna,

membangun rumah tangga dengan orang yg dicintainya,

memiliki anak2 yg lucu keluarga kecil yg harmonis

dan bahagia itulah tujuan hidup edo.

risa sangat kagum dengan kesederhanaan edo,

dia sangat berbeda dengan mantan2 kekasih risa sebelumnya

yg selalu pamer kekayaan dari orangtuanya bahkan pacaran

hanya untuk  sekedar bersenang-senang.

tanpa memikirkan untuk masa depan dan hari esok,

tapi disisi lain rasa minder itu selalu menghantui dirinya

risa sadar ia hanya seorang wanita yg lemah dan sakit2an dan juga bukan

berasal dari keluarga berada  dan itu semua selalu mematahkan

semangatnya…

walaupun acap kali edo meyakinkan risa bhwa keluarganya

pasti akan setuju dengan pilihannya karena masa depannya

dia yg menentukan dan dengan siapa dia bisa bahagia itu yg dia pilih.

tidak ada yg sempurna didunia ini, bagi edo mencintai risa

dengan sempurna itu sudah lebih dari cukup…

saat edo bertandang kerumah risa dia merasa

sudah sangat akrab dengan ayah dan ibu risa edo

sudah tidak sungkan2 lagi terhadap mereka,

edo sangat ramah dan santun terhadap kedua orang tua risa…

bahkan dia mengobrol lama sekali dengan ayah risa,

keluarga risa sangat menyukai edo dan sangat setuju

jika risa menikah dengan edo nanti..

karena ayah risa bisa menilai kalau anaknya tidak akan salah pilih

edo memang sosok yg sangat menyenangkan

sosok humoris dan ramah yg membuat orang betah

dan nyaman berlama- lama mengobrol dengannya.

setelah jam 09:00 malam, edo pun undur diri dan dia pamitan

kepada kedua orang tua risa, dia bermalam divilla seperti biasa

dia bukan tidak ingin bermalam dirumah risa.

walau ayah dan ibu risa sudah menyuruhnya untuk menginap

tapi yg lebih jelasnya dia tidak ingin merepotkan risa dan keluarganya.

malam itu ia tidak bisa tidur karena pikirannya terus melayang

jauh kepada kekasihnya, padahal baru saja beberapa jam lalu

mereka bertemu tapi rasa kangen yg sudah menyesakan dada

membuatnya tidak bisa memejamkan mata.

begitu juga dengan risa.

akhirnya edo menelpon risa dan mereka

berbincang ditelpon hingga pagi.

keesokan harinya risa mengajak edo keliling

ketempat2 yg indah dikota B, mereka jalan2 berdua

dari siang sampai sore hari terus makan malam bersama….

dan setelah itu edo mengantarkan risa pulang…

tak terasa sudah seminggu edo dikota B mau tdk mau

dia harus kembali ke kota P untuk bekerja,

karena kerjaannya yg sdh menumpuk

yg tidak mungkin bisa ditinggal lebih lama lagi,

bos nya pun sudah menelponnya berkali-kali…

untuk memintanya pulang lebih cepat.

dan pagi itu bertepatan dgn hari ulang tahun edo,

risa mengantarkan edo kebandara, setelah selesai boarding

dan membeli tiket,  edo menyuruh risa pulang dengan diantar oleh pak sopir

karena pesawat yg ditumpangi edo baru akan tiba pukul 03:25 sore.

dari bandara kekota B memerlukan wktu 2 smpe 3 jam,

maka dari itu edo meminta risa pulang dan tdk usah menunggunya.

karena dia tidak ingin melihat risa kemalaman djln karena terjebak macet.

edo sangat mengkhawatirkan keadaan kekasihnya itu

keadaan fisik risa memang sangat lemah dan mudah sekali sakit.

sesampainya dirumah risa menelpon edo dan

edo bilang kalau pesawat yg akn ditumpanginya itu telat.

dan hingga pukul 07:00 malam. edo belum terbang juga,

dia sudah lemas berdiri diruang tunggu,

bahkan sudah banyak sekali orang2 yg complain karena

jam kbrngkatan pswt yg tidak sesuai dgn jadwal yg tertera didlm tiket.

setelah pukul sembilan akhirnya edo menyerah dia kesal,

marah dan juga lelah akhirnya dia memutuskan kembali kekota B.

setelah mendengar kabar edo tdk jdi pulang ke kota P.

risa sangat cemas sekali dgn keadaan edo, dia bilang kepalanya pusing,

bdnnya lemas dan dia belum makan dari siang tadi.

risa menunggunya dirumah dgn rasa khawatir bercampur bahagia

dia khawatir dgn keadaan edo dan dia bahagia karena edo kembali

sebenarnya dia tdk ingin edo pergi meninggalkannya..

dan jika mungkin risa ingin meminta edo untuk tinggal lebih lama lagi…

Bersambung ke bag III.


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Add A Comment


Agustus 17, 2011
masih adakah cinta sejati itu… © 2012 --